Sobat future yang belum mengetahui bagaimana cara jalannya tes CPNS, yuk simak sedikit informasi yang perlu diketahui. skb cpns adalah SKB CPNS adalah tahapan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tahapan CPNS tengah memasuki tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Mereka yang lolos dalam tahapan SKD akan mengikuti seleksi berikutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Persiapkan diri menghadapi SKB dengan cara mengikuti bimbel eduthama.

Apa saja yang perlu diketahui mengenai SKB? Kuota Peserta yang dapat mengikuti SKB harus melampaui nilai ambang batas dari ketiga subtes yang diujikan saat SKD. Peserta SKB paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan masing-masing formasi jabatan berdasarkan pemeringkatan nilai SKD. Jika peserta memperoleh nilai SKD sama pada tiga komponen subtes dan berada pada ambang batas jumlah kebutuhan formasi, maka seluruhnya diikutkan SKB.

Dilansir dari Twitter @BKNgoid, peserta yang melanjutkan ke tahap SKB adalah peserta yang mendapatkan niai tertinggi dari tes SKD.

Kuota peserta yang akan melanjutkan SKB berjumlah 3 kali dari kuota yang dibutuhkan instansi tersebut.

Jika ada peserta yang memiliki nilai SKD yang sama, maka kelulusan SKD akan didasarkan pada nilai yang lebih tinggi berurutan dari mulai TKP, TIU dan TWK. Apabila terdapat sejumlah peserta yang memiliki nilai SKD yang sama maka nilai sub-test TKP, TIU dan TWK, maka seluruh peserta akan diikutkan untuk melanjutkan ke tahap SKB. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) ini adalah tahap terakhir sebelum penentuan PNS.

Materi SKB untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional. Pelaksanaan dan materi SKB di instansi pusat selain dengan CAT dapat pula berupa tes potensi akademik dan tes praktik kerja. Selanjutnya tes bahasa asing, tes fisik atau sesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa dan wawancara sesuai yang disyaratkan di jabatan.

Jabatan yang berfungsi sangat teknis atau keahlian khusus seperti Pranata Komputer, SKB dapat dilakukan dalam bentuk tes praktik kerja. Sedangkan instansi daerah yang menyelenggarakan SKB selain dengan CAT, wajib menetapkan pedoman atau panduan pelaksanaan dan menyampaikan materi dengan tembusan Kepala BKN selaku Ketua Tim Pelaksana Panselnas 1 sebelum pelaksanaan SKD dimulai.

Materi SKB untuk jabatan pelaksanaan yang bersifat teknis dapat menggunakan soal SKB yang bersesuaian atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional terkait. “Passing grade atau ambang batas akan diatur dalam Dalam Permen PAN RB tersendiri,” tulis BKN.

Memahami Computer Assisted Test (CAT)

Kemajuan teknologi tentu mempengaruhi sistem seleksi CPNS. Berbeda dengan dulu, kini seleksi dilakukan dengan menerapkan sistem Computer Assisted Test atau CAT.

Penerapan CAT ini diklaim mampu membuat seleksi CPNS jauh lebih efektif karena menggunakan teknologi komputer. Dengan kata lain, panitia tentunya tidak perlu memeriksa lembar jawaban peserta satu persatu karena semua sudah diatur oleh sistem pada server.

Selain itu, dengan sistem CAT, soal yang diberikan kepada peserta akan muncul secara acak, sehingga soal pada komputer 1 tidak akan sama dengan komputer lainnya. Hal ini tentu sangat ampuh meminimalisir kecurangan seperti mencontek jawaban milik orang lain.

Bukan itu saja, sistem CAT ini juga membuat pelaksanaan ujian jauh lebih efisien. Pasalnya, data yang sudah ada pada server membuat penilaian lebih sederhana dan cepat. Sehingga jangan heran jika usai mengerjakan soal kemudian hasilnya akan langsung keluar tanpa menunggu koreksi.

Memilih Instansi Dengan Bijak

Tips sukses CPNS selanjutnya adalah bijak dalam memilih formasi atau pun instansi. Terdapat kurang lebih 200 ribu lowongan CPNS tiap tahun yang terbagi dalam berbagai formasi instansi, baik pusat maupun daerah.

Sebaiknya kamu jangan asal memilih formasi, apalagi gengsi. Plihlah secara bijak posisi mana yang paling cocok atau sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu. Hal ini tentu akan membuat Kamu lebih mudah saat Tes Kompetensi Bidang atau TKB.

Berlatih Soal Try Out

Semua usaha akan sia-sia jika Kamu masih bermalas-malasan. Tekad dan niat yang tinggi tentu harus disertai ilmu yang bisa Kamu dapatkan dari belajar.

Jika Kamu tidak tahu harus belajar dari mana, Kamu bisa tanyakan ke orang-orang terdekat seperti teman atau kenalan kamu yang sudah sempat mengikuti tes CPNS.

Setidaknya, selama 1 atau 2 bulan penuh kamu harus berlatih berbagai jenis soal terkait tes CPNS. Perlu kamu ketahui, bukan tidak mungkin tingkat kesulitan soal akan lebih sulit dan rumit dari ujian-ujian yang telah dilakukan sebelumnya. Oleh sebab itu, kuasai dan pahami dengan benar materi-materi pembelajaran.

Kuatkan Tekad

Kamu akan mendengar banyak hal-hal negatif tentang CPNS yang tak berdasar, terutama saat kamu mulai mencari lowongan atau formasi. Hal negatif tak berdasar tersebut seperti, penerimaan CPNS sekarang tidak jujur, banyak praktek suap, tak punya uang tak mungkin lolos, dan lain-lain.

Sebaiknya kamu hindari dan abaikan komentar-komentar tak jelas tersebut. Kamu harus memiliki tekad kuat untuk lulus CPNS secara jujur. Perlu Kamu ketahui bahwa setiap tahunnya ribuan orang yang lulus CPNS merupakan orang-orang kompeten dan jujur. Selanjutnya Kamu juga akan mendengar kalau PNS gaji pokoknya kecil, benarkah? Betul sekali.

Gaji pokok PNS memang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja di perusahaan swasta. Akan tetapi, kamu akan mendapatkan lebih banyak penghasilan yang berasal dari tunjangan-tunjangan. Sebut saja seperti tunjangan kinerja, tunjangan anak, tunjangan suami isteri, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya yang lebih menjamin kesejateraan.

Kategori: CPNS

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *